Tampilkan postingan dengan label panas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

PANAS: Jika Ditakdir Saya Kembali Bersama Abby, Ia Perlu Keizinan Memey...

KUALA LUMPUR –  Meskipun belum pernah terfikir untuk menjalinkan ikatan yang sah bersama bekas isterinya, aktor berbadan sasa, Norman Hakim berkata dia tidak menolak kuasa Tuhan jika ditakdirkan dia dan Abby Abadi kembali bersatu.
“Memang hubungan saya dan Memey Suhaiza (isteri) dengan Abby Abadi mesra.
“Kerana kami menjalinkan hubungan yang baik demi kebahagiaan anak-anak.
“Malah saya bersyukur kerana dapat bersama dan berkumpul tanpa memikirkan persengkataan yang lalu.
“Namun untuk berkahwin semula dengan Abby Abadi, itu terus-terang saya belum terfikir dan ianya di luar daripada kuasa saya.
“Kami juga tidak tahu perancangan Allah untuk kami.
“Jadi mungkin ya dan mungkin juga tidak kami akan kembali bersama,” katanya yang dihubungi murai.com.my.
Norman Hakim diminta mengulas mengenai komen peminat di murai.com.my yang melihat kemesraan mereka itu sebagai tanda Norman dan Abby akan berkahwin semula.
Namun jika benar Norman Hakim ditakdirkan akan berkahwin semula dengan Abby, dia memberitahu semuanya itu akan berlaku dengan keizinan isterinya, Memey Suhaiza.
“Saya sudah cukup gembira dan bersyukur dengan apa yang saya perolehi sekarang.
“Saya dan Abby memang menjalinkan hubungan yang baik kerana dia ibu kepada anak-anak saya.
“Namun jika ditakdirkan saya akan berkahwin dengan Abby, ianya berlaku dengan keizinan isteri saya terlebih dahulu,” jelasnya lagi.
Mengulas lanjut mengenai hubungan baik yang terjalin, Norman memberitahu dia, isteri dan Abby sejak akhir ini sering keluar bersama dalam membantu bekas isterinya itu untuk membuka sebuah butik pakaian.
“Akhir-akhir ini kami memang kerap keluar bersama untuk membantu dan memberi sokongan dan sedikit idea kepada Abby yang mahu memulakan perniagaan.
“Setakat ini kami berkawan secara profesional dan baik ,” luahnya lagi.
Baru-baru ini mereka bertiga dan sekeluarga hadir ke hari sukan anak mereka dan Memey pertama kali telah dilihat muncul dengan imej bertudung. – Murai.com.my

Senin, 02 Desember 2013



Melakukan thawaf (memutari Kakbah) di malam dan siang hari memang berbeda. Jika malam hari, cuaca cukup sejuk. Karenanya, orang sekitar Mekkah jika ingin melakukan umrah biasanya dilakukan pada malam hari.

Begitu juga dengan warga di sekitar Kota Mekkah seperti Jeddah. Warga di kota yang berlokasi sekira satu jam perjalanan dari Mekkah ini, biasanya berangkat pada sore hari agar bisa salat Magrib berjamaah sekaligus melakukan umrah.

“Kebiasaan orang di sini begitu. Agak aneh kalau berangkat ke Mekkah untuk umrah pada pagi hari,” ucap guide MCH Jeddah, Sahe, yang sudah tinggal 23 tahun di Arab Saudi.

Memang suhu di Mekkah belakangan ini cukup panas berkisar antara 40-42 derajat celsius. Bandingkan dengan Jakarta yang puncak panasnya berada di kisaran 37 derajat celcius. Puncak panas biasanya terjadi pada pukul 15.00 waktu setempat. Setelah itu, terus menurun hingga malam hari.

Kru okezone sudah merasakan thawaf di malam dan siang hari. Memang kondisinya sangat jauh berbeda. Jika malam hari, melakukan thawaf tidak terlalu menguras tenaga.

Berbeda halnya jika thawaf dilakukan siang hari. Keringat sudah pasti bercucuran karena panas matahari yang menyengat.

Meski demikian yang unik, meski mengelilingi Kakbah tanpa alas kaki, namun telapak tidak terasa panas sama sekali. Padahal tempat thawaf merupakan ruang terbuka, panas matahari langsung menerpa lantai marmer.

Ini berberda dengan lantai di jalan hendak keluar dari pintu Marwah. Saat berjalan, telapak kaki berasa sangat panas bak berjalan di atas bara api. Kami berjinjit dan berlari kecil untuk menghindari panas tersebut.

Lalu kenapa di lantai tempat thawaf dan di luar masjidil haram berbeda 180 derajat. Ini menimbulkan rasa penasaran. Salah satu ummal (cleaning service) di Masjidil Haram, Udin (40), mengatakan di bawah Kakbah dan tempat thawaf memang dipasang air conditioner agar telapak kaki peziarah tidak melepuh, kepanasan.

Setelah membaca buku Sami bin Abdullah al Maghlouthm ‘Atlas Haji dan Umrah’ dan sumber lainnya, barulah terungkap. Awalnya, tempat thawaf tidak berubin marmer seperti saat ini. Dulu hanyalah hamparan pasir lapang. Barulah pada masa Abdullah Ibnu Zubair. Ubinnya saat itu bergaris lima meter dari Kakbah, hingga 1375 Hijriyah atau 1954 M di masa Raja Abdul Azis sumbangan marmer terus berdatangan. Kini lantai marmer untuk thawaf terbuat dari marmer kualitas terbaik yang mampu menahan teriknya panas matahari.

Awalnya lokasi thawaf tidak seluas sekarang, terdapat bangunan di atas Maqam Ibrahim dan juga gerbang pintu masuk sumur Zamzam.

Pada masa Raja Faisal renovasi dilakukan melanjutkan periode Raja Saud, di antaranya adalah pembongkaran bangunan di atas Maqam Ibrahim, sehingga lokasi untuk thawaf lebih lebar dari sebelumnya.

Pada masa Raja Khalid, perluasan halaman untuk thawaf kembali diperlebar. Gerbang menuju sumur zamzam dipindahkan ke dekat serambi masjid sebelah timur. Karena itulah area thawaf menjadi lebih luas dari 3.298 meter menjadi 8.500 meter, seluruh bagian Masjidil Haram lama menjadi tempat thawaf.

Kemudian, renovasi dilanjutkan pada masa Raja Fahd. Dibangunlah ruang bawah tanah. Tak hanya itu, lantai bawah tanah juga dilengkapi dengan pengatur udara AC. Pusat mesinnya dibangun di kawasan Ajyad. Air dingin dialirkan di lantai bawah tanah berasal dari tempat yang sama.

Jadi wajar saja, jika lantai yang dipakai untuk tempat thawaf tidak berasa panas sekalipun suhu udara sangat panas. Ini adalah bentuk pelayanan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terhadap jamaah yang setiap tahun harus meninggalkan sanak keluarga di negara mereka demi melaksanakan Rukun Islam ke-5.

sumber
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!